Showing posts with label quotes. Show all posts
Showing posts with label quotes. Show all posts

Thursday, 14 January 2016

I know we fight. I know we argue over stupid things and those just happen to be what we contemplate before we go to sleep. We stress out because we wonder if things will work out. We wonder if the other is going to give up and quit fighting. Promises are broken and trust is questioned. But in the end, we know that it'll pay off. In the end, we will come out on top and things will become better. I keep my faith because I love you, and regardless of the drama, in the end yes, you are worth it.

I love you.

Thursday, 25 June 2015

Sebuah pengharapan


“Aku telah merasai semua keperitan hidup dan yang paling perit sekali ketika aku berharap dengan manusia.” Saidina Ali Bin Abi Thalib

Thursday, 4 June 2015

يا رضوان


في قلبك لا اريد ان يشبهني احد
.In your heart.. I want no one to resemble me

Wednesday, 3 June 2015

Rasa ini hanya untukmu

Tidak semua rasa suka yang hadir di hatimu adalah yang memang untukmu.
Sebahagiannya hadir untuk menguji kesungguhan cintamu kepadaNya.
Maka, dalam hidup akan ada orang yang kau cintai namun menggoreskan luka dihatimu.
Ada juga yang dekat denganmu namun hanya ingin memanfaatkanmu.
Sebahagian lainnya memberikan harapan namun tanpa sebuah kepastian.
Tugasmu hanyalah berdamai dengan masa lalumu.
Bertaubat atas segala kesalahanmu.
Memaafkan mereka yang pernah menyakitimu.
Lalu terimalah orang di hari ini atau masa depanmu yang benar-benar serius ingin menjadi pasanganmu dalam jalan yang diredhaiNya.
Dia yang berusaha mencintaimu dengan landasan cinta keranaNya.
Kerana ia berniat untuk memuliakanmu dan membangun rumahtangga penuh cinta denganmu.


:)

Tuesday, 2 June 2015

My wings


"She made broken look beautiful and strong look invincible.
She walked with the Universe on her shoulders and made it look like a pair of wings."
- Ariana

Friday, 29 May 2015

Hati

Hati-hati dengan hati yang kau beri.
Kerana ada yang sangat menghargai dan memasukkan kedalam hati.
Dan ada pula malas untuk ambil peduli.
Dengar, simpan baik-baik hati itu.
Tahan dalam dada.
Kalau sudah tiba masa, barulah beri hatimu kepada dia.
Dia yang menjadi suami atau isterimu. 
Berikan cintamu kepada pasanganmu nanti.
Kerana hanya saat itu Allah redha.

Monday, 25 May 2015

Pengubat Jiwa


Saat jiwa meragut kesedihan,
Ketika itu jua ku dalam kerapuhan,
Diri menjadi lemah tiada kekuatan,
Tersungkur jatuh kekecewaan,

Tuhan tidak pernah abaikanku,
Namun aku yang pernah lupakanNya,
Kehadiran perasaan kecewa di kalbu,
Menyedari ku telah jauh dariNya,

Alunan ayat suci ku dengar,
Terasa damai pengubat jiwa,
Hati teramat sayu kerna ingkar,
Penderhaka pada Maha Esa,

Aku amat malu pada Ilahi,
Namun ku tak bisa menyembunyi,
Kerna Tuhan sentiasa memerhati,
Ku menyesali segala kekhilafan diri.

Pengubat Jiwa (1)
Sabtu, 23 Mei 2015

Friday, 8 May 2015

Jodoh itu unik



Seringkali yang dikejar-kejar menjauh.
Yang tak disengaja mendekat.
Yang seakan sudah pasti menjadi ragu.
Yang awalnya diragukan menjadi pasti.
Yang ternilai jadi biasa.
Yang tak dinilai jadi bernilai.
Yang selalu diimpikan, tak berujung pernikahan
Yang tak pernah terpikirkan, bersanding di pelaminan.

Maka, percayalah..
Jodoh itu bukan masalah seberapa lama kau mengenalnya.
Seberapa akrab kau dengan orang tuanya.
Atau seberapa sering kau komunikasi dengannya.
Tapi, seberapa yakin kau padaNya.
Seberapa besar kepasrahan kau dengan takdirNya.
Seberapa besar kau merayuNya.
Seberapa semangat kau menyempurnakan ikhtiar mendapatkannya.
Seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya, lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versiNya.
Semoga Sahabat yang sedang dalam penantian,
Semakin yakin dengan takdir Allah.
Semakin semangat menjemput belahan jiwanya.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin.

Subhanallah
Semoga sahabat-sahabat dan ahli keluarga yang kusayang, termasuk diri ini mendapatkan jodoh yg baik agamanya dan mulia akhlaknya.

Aamiin :)

Friday, 3 April 2015

Sederhana

Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.
Aku hanyalah seorang wanita yang ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa kedudukannya.

Pasangan yang berlandaskan ketakwaanNya.
Pasangan yang mengharapkan SyurgaNya.
Pasangan yang akan membawa keberkahan dan keredhaanNya.
Aku berharap kelak di sebuah perbatasan waktu,
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihanNya.

Seseorang yang hatinya terpaut kepadaNya.
Seseorang yang mengikuti sunnah RasulNya.
Seseorang yang berpedoman pada KitabNya.
Seseorang yang akan ikhlas menerima segala kekuranganku.

Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi dan melengkapi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.

Aku ingin menyayanginya secara sederhana.
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersamaNya.
Menyemai kerinduan akan wajahNya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.
Aku bermimpi untuk membangun Istana Indah.
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang.
Akan kujadikan pondokku sebagai Syurga bagi suami dan anakku.

Hanya satu keinginanku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri


Retrieved from http://instagram.com/teladan.rasul

Thursday, 26 March 2015

Allah adalah jawapannya

Assalamualaikum wbt.

Entah kenapa dua tiga hari ni sayu je rasa. Rasa terbeban dengan dosa lalu. Tak mampu lagi lupakan zaman kejahilan diri. Rasa berdosa yang menghukum siang dan menghantui malam. Perit tak terkata.

Sedaya upaya pujuk diri.

Dan kujumpa ayat-ayat ni dalam handphone,

Bila kau letih dan hilang semangat, Allah tahu betapa kau telah mencuba sedaya upaya.
Bila tangismu berpanjangan dan hatimu kedukaan, Allah telah mengira titisan airmatamu.
Bila kau rasa ketinggalan dan masa meninggalkanmu, Allah setia di sisimu.
Bila kau telah mencuba segalanya tapi tidak menjadi tahu tujuan, Allah ada jalan penyelesaiannya.
Bila tidak ada yg bererti buatmu, keliru dan kecewa.. Allah adalah jawapannya.


:')



#np UNIC // Seindah Sabar

Tuesday, 27 January 2015

Jodoh dari Ilahi

Mungkin ada satu masa dimana hatimu benar-benar bersedih.
Engkau gelisah menanti sekian lama.
Apa yang ada tak sesuai rencana, membuatmu kecewa.
Tetapi tetaplah bersabar, tetaplah berbaik sangka kepada Allah, tetaplah berdoa kepadaNya.
Kerana boleh jadi, untuk menghapus sedihmu, 
Allah kan hadirkan seseorang untuk masuk kedalam hatimu.
Bersemayam di dalamnya.
Menghapus perih dan lukanya, menggantinya dengan bahagia.
Dialah itu jodoh sejatimu.



Thursday, 22 January 2015

Jangan putus asa



Jangan putus asa, padahal engkau berdoa kepada yang Maha Rahman.
Jangan putus asa, padahal engkau berharap kepada yang Maha Memberi.
Jangan putus asa, padahal engkau selalu beribadah kepada yang Maha Lembut.
Pertolongan datang bersama dengan kesabaran, kemudahan muncul bersama kesulitan.






Hanya Tuhan yang lebih mengerti kedukaan yang aku lalui
Kasih Tuhan tak berbelah bagi
KepadaNya cintaku patuhi..

Thursday, 6 November 2014

Too good not to share

Being Cheated On Was The Best Thing That Ever Happened To You

No one has ever been so keenly aware of their hearts’ ability to produce physical pain than someone who’s been cheated on. Only someone who’s experienced true heartache and knows the pain that runs through the body, up to the head, where traces of it leak out through the eyes, bubbling over, pouring out the nose and running back into their mouths, forcing them to taste their sorrow all over again. Real heartbreak like this, the kind that makes you feel like the air has been sucked out of you and the only position your body can muster is a ball on the floor, changes you.

Like a broken bone, it heals over time, but the scars of it never fade. We’re reminded of this pain every time we look down, every time we think of the traitors who let us bleed out on the ground in front of them. Our wounds may heal, but we will never forget.

But just because you can’t forget doesn’t mean you can’t move on. While cheating may feel like it just about killed you, it’s as Friedrich Nietzsche, then Kanye West, famously quoted, “That which does not kill us only makes us stronger.” And this isn’t some old adage to make you feel better, it’s the truth.

When the heart breaks that way, shatters into a million pieces, then reforms slowly, over time, it’s coming back stronger. You may be bedridden for months, think about it for years, but one day, you will feel better and your heart will be better for it.

Only those who have experienced deep, emotional pain can evolve into stronger, more stable people.
Because it takes real, true heartbreak to teach us. Only those who have experienced the pain of it can write about it, sing about it and understand it. It opens up an entire portal we never understood before. It creates empathy for others who will go on to feel that same pain.

It shows us another side, admits us to another group, the group of the broken-hearted. Only after being cheated on do we understand what all those songs are about. Only after experiencing real heartache do we understand what all those sad scenes in movies finally mean. Only after the pain of loss can we understand the pain of others. While you should never wish infidelity on yourself, you also shouldn’t bow to it. Because like any difficult trauma in life, there are lessons to be learned. Being cheated on may just be the best thing that can ever happen to you because it teaches you more than most people learn in a lifetime. 

People might not always tell you how they feel, but they’ll always show you.

You can’t rely on words. Words can be as empty as the people who hold them. A brutal life lesson of being cheated on includes the realization that people lie. People deceive. People cheat. Just because people say they love you, it doesn’t mean they actually mean it.

It’s only through actions that we can gauge the true motives and feelings of others. Learning to judge others on how they act, rather than what they say, will save you years of misinterpretation and living like you’re in a continual game of Pictionary.

Sometimes, fate makes the best decisions for us.

You may have loved that person, but that doesn’t mean you were meant to be with him or her. While no one wishes to be cheated on, sometimes it’s a necessary course of action in a relationship that wouldn’t end any other way.

It was fate that you caught them or fate you found out, and sometimes, being cheated on teaches you that things happen for a reason; in the end, there’s really nothing you can do. Everything happens for a reason and because you couldn’t see the kind of people they were, fate showed you instead.

The first person you need to love in your life is yourself.

Once you’ve experienced the pain someone can inflict on you and the loss that comes with wrapping your love in someone else before your own, you understand the necessity of loving yourself before anyone else. There’s no way you can get over the pain of losing someone you love — or thought you loved — unless you have yourself to go back to.

We need our own love more than anyone else’s and being cheated on brutally teaches us that, at the end of the day, the most important relationship we should have is the one we have with ourselves.

Always be prepared for the worst — and never get too comfortable.

While you shouldn’t keep yourself guarded from experiencing the joys of a new relationship, you should always hold the reminder that people do have the power to hurt you. Love is, many times, a game. Playing smartly and making sure you’re not going in completely vulnerable is important. It’s as important to maintain your own feelings as it is to share them with someone.

You can (and will) get over pain.

That initial breakdown, the first days, weeks and months, make it seem like this pain has the power to kill you. You feel like any moment your heart will just stop all together and your tears will drown you and your sobs will choke you.

You feel like your life will never be the same again, that you will carry this pain with you forever. But slowly, over time, you begin to heal and with that healing comes the understanding that nothing is forever, not even your pain.

Trust is something that people must earn.

We grew up believing that people are inherently good until we’re forced to see the bad. It’s not until people have done us wrong that we understand not everyone is to be trusted. Trust is something the unscathed give away freely, but only those who have felt the pain of betrayal know that trust is something that must be earned.

We’re fragile; letting someone into our small, breakable worlds shouldn’t come with a free entrance.

By Lauren Martin


Retrieved from : http://elitedaily.com/life/cheated-best-thing-can-ever-happen/834269/

Tuesday, 28 October 2014

Imejnya sempurna, tapi dirinya tidak.

Dari tak pakai tudung, mula memakai tudung,
Dari tudung singkat, mula labuhkan tudung,
Dari labuhkan tudung, mula melabuhkan lagi dan lagi.
Dari tangan terdedah, mula ditutup baju lengan panjang,
Dari ditutup dengan baju, mula pakai sarung tangan
Dari kaki terbuka, mula tutup biar tak terdedah.
Ingat senang ke semua tu? Ingat mudah ke nak tempuh semua tu?
Belum lagi tempuh cacian orang.
Belum lagi tempuh pandangan sedara mara.
Belum lagi tempuh kritikan kawan kawan.
Ya semua tak mudah.
Dalam perit menerima kritikan dan kejian,
Nak tahu apa yang paling perit bagi orang yang cuba berhijrah mencari sekelumit redha Allah?
Yang perit adalah,
Bila orang pandang kita baik, pandang kita sempurna, pandang kita cukup terjaga,
Sedangkan hati masih dicemari dosa dosa. Sedangkan ilmu masih lagi tak ada apa apa.
Lagha sini sana. Kpop merata rata. Ikhtilat entah kemana.
Gelak tak ingat dunia. Gedik terkinja2.
Sedangkan,
Orang ingat,
Muslimah bertudung labuh itu tinggi ilmunya.
Muslimah berpurdah itu baik akhlaknya.
Muslimah tertutup itu sempurna orangnya.
Sedih bukan dianggap begitu? Sedangkan diri tak seindah itu.
Orang yang memandang itu tak tahu. Apa yang muslimah itu rasa.
Apa yang muslimah itu tempuh. Dalam waktu2 dia mencuba. Orang itu tak tahu.
Muslimah itu kadang kadang rapuh. Kadang kadang jatuh.
Kadang kadang tak utuh. Kadang kadang menyimpang jauh.
Muslimah itu kadang kadang tersasar
Kadang kadang lebih berdosa dari pendosa.
Kadang kadang terpesong dari landasannya.
Orang itu tak tahu.
Muslimah itu sama. Manusia biasa.
Ada rasa. Ada jiwa.
Orang itu tak tahu.
Muslimah itu juga sedang berperang melawan nafsu dunia.
Kerana dia sedar, Hatinya tidak sejernih yang orang lain kata.
Dia berusaha mencapai harapan orang orang yang berharap tinggi padanya.
Tabah lah muslimah.
Andai jalan itu yang di pilih.
Allah telah pun memelihara kita
Allah telah menjaga kita
Lalu, ia terpulang pada cara kita menjaga apa yang Allah jaga untuk kita
Hidayah Allah itu perlu di cari. Bukan di nanti.
Cari sejauh mungkin. Gali sedalam dalamnya.
Lalu, bila ia telahpun di temui, Ia juga terpulang pada diri sendiri.
Sama ada nak grab dan terus mencari redha ilahi,
Atau biarkan saja hidayah itu pergi.
Kononnya tak cukup kuat lagi.
Kononnya nak tunggu lain kali.
Kononnya nak tunggu bersihnya hati.
Hidayah Allah itu ada waktunya.
Hidayah itu tidak menunggu kita andai kita tak pergi mendapatkannya.
Bila hidayah dah ada,
Grab terus walau hati keras berkata,
Belum bersedia.
Kerana perubahan itu tak perlu yang secara tiba tiba.
Kayuh pelan pelan asalkan ia berjalan.
Jangan biar hidayah itu pergi tanpa kita cuba mengambilnya.
Kerna bila ia pergi, belum tentu ia datang kembali.
Hati belum sedia tak apa,
Asalkan nampak usaha kita,
Sebab itu lah,
Kadang kadang
Ada juga muslimah yang memilih untuk menutup luarannya.
Bukan nak tutup dosa2 nya.
Bukan kerana nak meraih pandangan baik manusia.
Tapi Sekurang kurangnya,
Dia cuba menutup apa yang sepatutnya dia Jaga.
Melindungi Apa yang telah Allah amanahkan padanya.
Mana tahu, dengan kita menjaga hidayah yang Allah beri,
Allah beri pula kita rasa untuk mendidik hati dari dalam?
Sebab kadang kadang,
Dengan menjaga luaran, juga terdidik lah yang dalaman.
InshaAllah.
Aamiin Allahuma Aamiin..
Namun begitu,
Bila kita sudah melangkah untuk berubah,
Masih juga terkadang Muslimah itu,
Ada kesalahannya.
Ada silap langkahnya.
Ada kekurangannya.
Betul.
Manusia itu tak sempurna.
Namun jika benar perubahan itu lillahita'ala,
Semua kerana Allah.
Jangan lembik! Jangan lemah!
Bila jatuh, bangun lagi.
Bila tersungkur bangkit lagi.
Jangan mengalah.
Inginkan kan syurga,
Maka beramal lah seperti ahli syurga.
Dan yang paling penting,
Biar saja apa manusia nak kata.
Jangan expect semua manusia akan suka perubahan kita.
Pegang dada. Sematkan dalam diri.
"Aku lakukan ini kerana aku ingin bertemu kekasihku Rasulullah di syurga nanti. Aku lakukan ini kerana kasih sayang Allah yang cukup banyak membimbing aku ke sini."
Dan untuk insan lain yang bergelar hamba Allah yang juga manusia biasa.
Sebagai manusia punya rasa yang sama,
Bila muslimah itu salah dalam langkahnya,
Jangan lah melabel dia hina hanya kerana imej yang dia bawa.
"Pakai tudung labuh je lebih.. "
"Tutup semua konon.. padahal.. "
Tudung labuh itu tak berdosa.
Tudung itu amanah Allah padanya.
Tudung labuh itu tak bersalah atas dosa yang dia lakukan.
Jika dia berdosa, salahkan dirinya.
Bukan tudung yang ada di kepalanya.
Tolong,
Jangan salahkan tudungnya.
Jangan salahkan imej yang dia bawa.
Kerana Itu soal akhlaknya.
Imej yang dia bawa itu sempurna.
Cuma dia yang tidak pernah sempurna.
dia yang tak lari dari berbuat dosa.
Jangan lah dianggap dia sempurna tanpa cela.
Jangan expect terlalu tinggi.
Kerana dia juga baru ingin merubah dirinya.
Terlalu besar tanggapan dan harapan padanya.
Cuba belajar menerima mereka.
Jika kamu tidak mahu terima perubahan dia,
Jangan lah kamu menghina imej yang dia bawa.
Kerana dia berusaha menjaga amanah Allah padanya.
Muslimah bertudung labuh tertutup sempurna itu juga manusia biasa
Dan untukmu muslimah,
Jangan gentar bila ada yang mengeji.
Mencaci. Memaki.
Dugaan.
Ujian.
Tak semua orang akan suka perubahan kamu.
Tak semua orang akan senyum dengan pakaianmu.
Tak semua orang akan bahagia melihat akhlak dan perubahanmu.
Ingat satu.
Penilaian itu semua Allah yang tahu.
Kita tak tahu.Mereka juga tak tahu.
Kerana mereka juga manusia sepertimu.
Jadikan mereka kekuatan untuk terus melangkah.
Bukan alasan untuk kamu rebah.
Ini namanya medan.
Medan perjuangan menuju jannah. Menuju redha Allah.
Peghijrahan kadang-kadang perlu dgn paksaan, dan akan akhir dgn keikhlasan dari hati, insyaAllah, percayalah!
Ayuh sahabat-sahabat, kita dah di akhir zaman, sampai bila kita harus begini sahaja.
Ayuh! Selangkah demi selangkah. Aku ingin kita bersama-sama di syurga Allah.

Friday, 24 October 2014

Jangan Izinkan Aku Jatuh Cinta Andai Masanya Belum Tiba



Ya Allah,
Andai masanya belum tiba,
Jangan izinkan aku untuk jatuh cinta,
Aku memohon agar Kau tunjukkan jalan,
Agar Kau tunjukkan aku tuntutun yang perlu aku lakukan,
Jauhkanlah aku daripada kemaksiatan,
Jauhkanlah aku daripada perkara yang tidak dapat memberi manfaat,
Dan jauhkan aku daripada perkara yang Engkau murkai,
Agar aku dapat menjaga diri.

Ya Allah,
Jika aku jatuh cinta,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
Jadikanlah aku yang mencintainya kerana agama yang ada padanya,
Jika dia hilangkan agama yang ada dalam dirinya,
Maka hilanglah cintaku padanya,
Sesungguhnya, cinta yang suci itu tidak buta.

Ya Allah,
Dan jika dia mencintai aku,
Biarkanlah dia mencintai aku kerana agama itu juga,
Asalkan dia tidak lebihkan cinta kepadaku melebihi cinta kepadaMu,
Supaya cinta itu bersemi di lembayung keredhaan-Mu,
Kerna dari situ lahirlah rahmah dan mawaddah dalam rumahtangga.


Ya Allah,
Jika ini bukan masanya,
Jika ini belum saatnya,
Dan jika Kau tahu kami belum bersedia,
Selamatkan kami,
Jarakkan kami,
Pisahkan kami,
Agar kami jauh dari khilaf yang merosak izzah dan iffah,
Agar kami tak mengundang murka-MU,
Agar kami dapat lebih menjaga hati,
Agar hati menjadi yang diredhai ilahi.

Ya Allah,
Andai dia bukan untuk ku,
Andai dia bukan jodohku,
Maka berilah ganti yang lebih baik buatnya,
Berikanlah dia insan yang benar benar terbaik buat kehidupannya,
Insan yang benar-benar mampu memimpinnya ke syurga-Mu,
Dan bantulah aku untuk memperbaiki diriku,
Agar aku kukuh dalam mencari cinta-Mu.

Ameen..

Wednesday, 28 May 2014

Kita tidak mampu menghidupkan bunga yang telah mati..
Tetapi kita mampu menanam bunga yang lebih cantik.
Kehidupan tidak terhenti dengan sebab beberapa kegagalan
Sebagaimana waktu tidak terhenti tatkala jam berlaku kerosakan.
- Heliza Helmi 

Tuesday, 22 April 2014

Sempurna itu bukan sifatku


"Lagi lama kau kenal aku,
Lagi banyak kekurangan aku kau nampak,
Sama ada kau terima, 
Atau mahu lari dari kekuranganku, 
Sama ada sama-sama mahu baiki, 
Atau kau biar aku terkapai-kapai.. 

Satu aku mahu pesan, 
Sejauh mana kau pergi, 
Kau takkan jumpa yang sempurna."